Kreasindonews.com – Keberadaan ambulans desa ternyata salah satu langkah Bupati Jember dr Hj Faida MMR untuk menekan tingginya kasus kematian ibu hamil dan bayi melahirkan. Melalui APBD 2017, tahun ini akan ada 50 ambulans desa ya g akan didistribusikan ke desa-desa. “Ambulans desa ini untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat akan kesehatan. Sekaligus untuk menekan angkankematian ibu hamil dan bayi,” ujar Faida.

Dengan demikian, jika setiap desa secepatnya ada satu ambulans, tingkat kematian ibu dan bayi akan berkurang. “Bila ambulans desa dipercepat maka alan lebih baik. Tidak boleh ditunda-tunda karena menyangkut nyawa,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan  dr. Siti Nurul Qomariyah, M. Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Dijelaskan, tahap awal sudah datang sebanyak 18 mobil ambulans dari 40 ambulans di Kantor Dinkes. Mobil ambulans ini untuk medan datar.

Masih ada 10 mobil ambulans lagi untuk medan sulit, dengan spesifikasi double guardian. Mobil ini akan disediakan melalui proses lelang. “Mudah-mudahan tanggal 10 Oktober lelang lancar,” harapnya seraya mohon dukungan dan doa masyarakat.

Secara filosofis, lanjut dr. Nurul, pengadaan mobil ambulans ini untuk mendekatkan pelayanan masyarakat kepada fasilitas kesehatan yang ada.

Selain diberikan ke desa dengan kasus kematian ibu hamil dan melahirkan yang tinggi, 40 ambulans yang ada saat ini diberikan kepada desa yang kemungkinan terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit.

Berikutnya diberikan ke desa yang mencantumkan kebutuhan ambulans saat musyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes).

Untuk menentukan desa penerima ambulans tersebut, Dinkes telah membentuk tim khusus, yakni Tim Percepatan Sarana dan Prasarana Puskesmas.

Lebih jauh dijelaskan, pengadaan 40 mobil ambulans ini melalui e-katalog. “Prinsip pengadaan barang dan jasa mengacu Perpres tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, kita harus mengawali dengan e-katalog dulu. Jika tidak ada, baru kita lakukan lelang,” terangnya.

Dalam e-katalog tersedia mobil ambulans yang dibutuhkan. Karena itu Dinkes memesan ambulans secara online melalui e-katalog. Pagu anggaran sebesar Rp. 250 juta, sementara harga mobil per unit Rp. 248 juta. “Jadi ada efisiensi dua juta,” ucap dr Nurul. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here