Rapat koordinasi lintas sektoral di Pemkab Jember dalam aksi kemanusiaan ribuan pasien katarak dari warga miskin yang akan menjalani screening.

KREASINDONEWS- Bupati Jember dr Hj Faida MMR mengerahkan camat dan relawan untuk mengawal sedikitnya 1.950 pasien duafa yang akan menjalani screening jelang operasi katarak gratis bagi warga miskin.

Aksi kemanusiaan operasi gratis bagi kaum duafa ini memang semakin dipergencar dan diperbanyak oleh dr Faida. Terlebih kini dr Hj Faida MMR yang sebelumnya menjadi Direktur RS Bina Sehat (RSBS) menjadi Bupati Jember. Sebelumnya, saat menjabat Direktur Rumah Sakit Bina Sehat Jember (RSBS), aksi sosial Gerakan Cinta Duafa ini sudah dijalankan dr Hj Faida MMR.

Lebih dari 5.000 pasien miskin yang mendapatkan fasilitas operasi gratis untuk sembilan kasus penyakit. Salah satunya operasi katarak gratis.

Total screening pasien duafa ada 1. 709 pasien ditambah 241 yang diurus puskesmas. Bila ditotal ada 1.950 pasien duafa yang akan tertangani.

Aksi kemanusiaan tersebut kini terus dijalankan dan semakin banyak pasien yang bisa ditolong dengan operasi gratis. Bahkan, dalam minggu ini, ada ribuan pasien miskin yang terdata dan menjalani screening sebelum operasi katarak dijalankan.

Menurut Bupati Jember dr Hj Faida MMR, operasi katarak tersebut gratis untuk warga miskin. “Biaya operasi gratis bagi warga duafa tanpa membebani APBD. Kita selaku pemerintah akan mengerahkan relawan dan pihak terkait agar turut membantu warga duafa agar terlayani operasi katarak gratis,” ujarnya.

Faida menambahkan, masihbada lagi 1.178 pasien yang ternyata bukan katarak, sehingga tidak perlu operasi hanya perlu kacamata. “Kelompok ini akan diberi kacamata gratis dalam empat gelombang panggilan nantinya,” ujarnya.

Dijelaskan, screening akan dipusatkan di beberapa pondok pesantren. Ada 241 pasien yang dulu tertunda operasinya lantaran gula darahnya tinggi atau tekanan darahnya tinggi karena hipertensi yang dimanage oleh puskesmas setempat sudah masuk dalam daftar yang akan menjalani operasi katarak.

‘Sudah dibagi setiap pasien ada dokter umum dan dari dokter penyakit dalam yang bertanggung jawab. Jadi yang 241 pasien ini tidak perlu lagi ikut screening di pondok pesantren wilayah, ” ujar bupati peraih penghargaan Satya Lencana dari Presiden ini.

Ditambahkan, jika kondisinya sudah stabil gula darah dan tensinya langsung bisa diinfokan ke RS Bina Sehat Jember untuk dipanggil operasi. Diharapkan 241 pasien ini bisa ikut jadwal aksi sosial ini.

Faida menambahkan, demi layanan lebih baik kepada pasien duafa, jadwal screening yang dilakukan oleh dr spesialis mata yang biasanya pasien dibawa ke rumah sakit, kini tim medis yang keliling memeriksa dengan bertempat di pondok-pondok pesantren.

Koordinator aksi kemanusiaan dilakukan camat masing-masing wilayah. Dijelaskan, screening dilakukan baik untuk pasien yang belum pernah screening, pasien yang baru screening awal oleh tim medis, termasuk pasien yang sudah dipastikan katarak tapi saat itu belum matang kataraknya sehingga belum saatnya dioperasi.

“Saat ini discreening lagi oleh dokter mata untuk memastikan sebelum jadwal operasi di rumah sakit. Jadi nantinya yang dibawa ke Rumah Sakit Bina Sehat yang sudah dinyatakan siap dioperasi oleh dokter mata,” ungkap bupati yang cinta duafa ini.

Pemerintah daerah, kata dia, menfasilitasi masyarakat miskin saat screening di lapangan, termasuk mobilisasi dengan kendaraan ambulans puskesmas, ambulans desa, dan kendaraan kecamatan.

“Relawan dan pihak-pihak yang mendaftarkan pasien tetap dihubungi untuk mengawal para dhuafa ini sampai usai operasi,” ujarnya.

Inilah Jadwal rencana kegiatan Aksi Sosial Screening Katarak di beberapa pondok pesantren.

1. Selasa 20 Februari 2018 di ponpes Al Badri kotok Kalisat sejumlah 292 pasien berasal dari Kalisat, Jelbuk, Ledokombo, Mayang, Silo, Sukowono dan Sumberjambe.

2. Rabu 21 Februari 2018 di Ponpes Darus Sholihin Puger sejumlah 459 pasien berasal dari Puger, Wuluhan, Balung, Gumukmas.

3. Kamis 22 Februari 2018 di ponpes As Shufiyah Ponjen Kencong berjumlah 196 pasien berasal dari Kencong, Jombang dan Umbulsari.

4. Jumat 23 Februari 2018 di ponpes Ad Dimyati Wonojati Jenggawah sejumlah 226 pasien berasal dari Jenggawah, Ajung, Tempurejo, Mumbulsari dan Ambulu.

5. Senin tanggal 26 Februari 2018 di Ponpes Al Hasan Kemiri Panti sejumlah 137 pasien berasal dari Panti, Sukorambi dan Rambipuji.

6. Selasa 27 Februari 2018 di Ponpes Miftahul Ikhlas Banyu Urip Desa Pringgowirawan Sumberbaru sejumlah 202 pasien berasal dari Tanggul, Sumberbaru, Semboro dan Bangsalsari.

7. Rabu 28 Pebruari 2018 di Ponpes Darul Hikmah Kranjingan Sumbersari sejumlah 195 pasien berasal dari Sumbersari, Kaliwates, Patrang, Arjasa dan Pakusari.

“Kita diberi dua tangan. Satu tangan untuk menolong diri sendiri, satu tangan lainnya untuk menolong orang lain,” ujar Faida. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here