Kreasindonews.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise memberikan penghargaan kepada Bupati Jember dr Hj Faida MMR. Penghargaan ini diberikan atas komitmen Bupati Faida menjadikan Jember sebagai Kabupaten Layak Anak.

Untuk itulah, Yohana sempat menekankan  komitmen semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Jember yang sudah dituangkan dalam tandatangan komitmen menuju Kabupaten Layak Anak (KAL) tersebut didukung semua pihak mulai dari Kepala Desa, dunia usaha, dunia pendidikan, kesehatan, hingga seluruh elemen masyarakat lain.

“Itu tugas berat dari Bupati dan Wakil Bupati Jember untuk melaksanakannya. Karena harus dilaksanakan dengan berbagai tahapan. Semangat kebersamaan dan kegotong royongan harus dibangun mulai dari Desa, hingga Kabupaten melibatkan semua unsur masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Menteri Yohana di sela sela menyaksikan Festival Egrang di Ledokombo.

Sekadar diketahui, Festival Egrang ini digelar sudah kali kedelalan kalinya.  Festival kali ini dilombakan dan berhadiah. Pesertanya dari berbagai komunitas anak dari seluruh Indonesia, dan kota di Jawa. Festival Egrang ini diinisiasi oleh kelompok masyarakat bernama Tanoker, yang dikreasikan oleh keluarga Supomo – Cicik.

Tanoker diambil dari kata Tenoker bahasa Madura yang berarti Kepompong. Diharapkan kepompong benar – benar menjadi wadah bagi anak untuk meningkatkan kreativitas, imajinasi, kecerdasan, memantapkan diri, dan menjadi wadah bagi perlindungan anak dari berbagai tantangan di luar. Tanoker terbentuk karena keprihatinan kala itu terhadap anak yang ditinggal orangtuanya sebagai buruh migrant dalam waktu lama. Pengasuhan anak dan berbagai kasus terjadi.

Dengan semangat tinggi, dan mengorbankan pekarangannya Supomo dan Cicik, menciptakan permainan dan tempat bermain Tradisional berupa Egrang, asli permainan Indonesia kuno yang kemudian dimodifikasi sehingga anak – anak buruh mirgran menjadi terkontrol dan terlindungi. Pendidikan juga terarah, hak anak juga ditingkatkan untuk tumbuh dan berkretifitas.

Di tahun ke delapan festival egrang ini, membuktikan bahwa dari Desa, bisa menginspirasi dan membawa icon Kabupaten sebagai Desa yang gotong royongnya sangat tinggi untuk membangun Indonesia. “Ini wujud konkret membangun Indonesia dari Desa”. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here