Kreasindonews.com – Mendapat laporan adanya pungutan liar (Pungli), Bupati Jember dr Hj Faida MMR langsung memerintahkan kepada Plt Kadispendukcapil Pemkab Jember Sri Wahyuni untuk menelusuri dan menyelesaikan. Laporan pungli ini terjafi saat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Jember menggelar pelayanan on the spot di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Rabu (13/9). “Saya mendapat laporan ada perangkat desa yang melakukan pungli. Saya minta dispendukcapil untuk mengecek kebenaran informasi tersebut serta menelusuri. Jika benar segera mengembalikan uang pungli tersebut,” ujar Faida.

Hal ini juga dibenarkan Plt Kadispendukcapil Sri Wahyuni. “Saya sudah lapor ke Ibu Bupati bahwa memang ada insiden. Sekitar jam 10.30 WIB saya mendapatkan laporan dari staf Dispenduk yang bertugas melayani On The Spot di desa Sidomulyo Kecamatan Silo adanya pungutan oleh oknum perangkat desa kepada masyarakat yang akan mengurus dokumen kependudukan dan pencatatan sipil, ujarnya.

Laporan yang diterima,  untuk kepengurusan KTP & KK ada pungli Rp 10.000 dan kepengurusan akta lahir Rp 25.000.
Setelah ada laporan tersebut , Sri Wahyuni menghentikan sementara pelayanan On The Spot dan saya langsung berangkat menuju lokasi, yang ssudah ada anggota polsek Silo. Ternyata setelah diklarifikasi memang ada perangkat desa yang menarik pungutan.

Agar tidak terjadi gejolak, Sri Wahyuni kemudian meminta  Kades untuk bertemu dengan masyarakat untuk menjelaskan bahwa kegiatan On The Spot ini Gratis, tidak dipungut biaya dan sebagai salah satu wujud 22 program kerja Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati dalam transparansi dan pendekatan pelayanan kepada masyarakat secara langsung, dilayani secara cepat, benar dan tanpa ada pungutan alias gratis.

Selanjutnya Dispenduk dan Perangkat Desa dikumpulkan dan meminta maaf kepada masyarakat dan serta sanggup saat itu juga mengembalikan uang hasil pungutan kepada warga.

“Saya juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa tujuan pelayanan On The Spot sesuai arahan dan petunjuk Bupati adalah semua pelayanan Admindukcapil seperti Penerimaan dokumen KK, KTP el dan suket,  akta kelahiran, akta kematian dan akta perkawinan non muslim, harus diurus sendiri oleh masyarakat, tanpa dipungut biaya dan tidak boleh melalui calo,” tandasnya. Akhirnya, pelayanan adminduk on the spot di Desa Sidomulyo tetap dilanjutkan dengan catatan tegas, Tanpa Pungli.

Bupati Jember dr Hj  Faida MMR menegaskan pungli harus diberantas. “Saya sudah sampaikan berkali-kali, jangan sampai ada pungli, apalagi saat pelayanan umum adminduk on the spot, kasihan masyarakat. Itu untung dihentikan duluan, kalau tidak perangkat desa disana bisa kena operasi tangkap tangan,” tandas Bupati Faida. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here