drg Abdul Rochim, suami Bupati Jember dr Hj Faida MMR ikut belajar meracik cita rasa kopi

JEMBER KREASINDONEWS – usia tidak menyurutkan semangat untuk terus belajar. Ini pula yang terlihat pada diri drg Abdul Rochim, yang akrab disapa Cak Row di kalangan budayawan ini. Suami Bupati Jember dr Hj Faida MMR ini tanpa malu-malu turut belajar meracik kopi yang digelar Pusat penelitian kopi dan kakao (Puslitkoka) Jember mulai Selasa (28/11/2017) ini.

“Saya memang tertarik belajar banyak tentang meracik kopi. Dari pelatihan ini, pengetahuan berbagai cita rasa kopi bisa dipelajari,” ujar Abdul Rochim. Maka dari itu, dokter Rochim, tidak canggung saat belajar meracik cita rasa kopi bersama peserta lainnya.

Dokter Rochim menjelaskan, pelatihan ini memang akan lebih baik jika menjadi sinergi sejumlah pihak. UMKM dapat bekal ilmu yang luar biasa, disertai kemudahan untuk memanfaatkan sejumlah penemuan dari Puslit, seperti mesin perkebunan dan pengolahan pasca panen, dengan cara kredit lunak, yang jaminannya dilakukan oleh Pemkab.

“Ilmu dapat, alat dapat, pembayaran mudah dan terjangkau, serta ada jaminan sebagai bentuk pemberdayaan dari pemerintah,” ungkap drg. Rochim yang langsung disambut respon positif sejumlah kalangan.

Menyikapi usulan ini, pihak Puslitkakao langsung mengamini dan menyetujui, jika ada follow up dari pemerintah. Respon positif juga disampaikan salah satu peserta pelatihan, Dhafi yang juga salah satu roastery senior Jember.

“Kalau ada kredit atau kemudahan untuk memanfaatkan penemuan Puslit, kita akan sangat terpacu untuk lebih memaksimalkan potensi alam sekaligus pemberdayaannya,” ujarnya.

Kepala Bidang Usaha Puslitkoka Jember Budi Sumartono sangat senang ketika mengetahui suami Bupati Jember dr hj Faida ini ikut belajar meracik kopi. Ini akan membangkitkan semangat lainnya untuk turut belajar. Memang, pihak puslit telah melatih banyak orang sebelumnya.

“Sebelumnya telah kita seleksi dari pendaftar UMKM untuk pelatihan. Seleksi ini, yang telah berhasil kita ajak pelatihan ada 65 UMKM selama 3 hari. Mereka dilatih dan langsung diseleksi. Nantinya hanya akan 5 UMKM saja yang masuk seleksi,” ujarnya.

Dijelaskan, 5 UMKM ini selanjutnya akan dilatih kembali secara intensif selama 3 bulan secara simultan. “Ada beberapa materi pelatihan untuk 5 UMKM tersebut yang difokuskan untuk pengembangan kopi dan kakao, mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi hingga pasca panen,” tambahnya. (ksn)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here