Release kinerja dua tahun kinerja Bupati Jember dr Hj Faida MMR dan Wakil Bupati Jember Drs KH Muqit Arief oleh lembaga survei PRC

KREASINDONEWS- Selama dua tahun memimpin pemerintahan Kabupaten Jember di bawah Bupati dan Wabup Jember dr Hj Faida MMR– Drs KH Abdul Muqit Arif sejak dilantik 17 Februari 2016 lalu, ternyata benar-benar manfaatnya bagi masyarakat. Bahkan, tingkat kepercayaan publik pasangan Faida-Muqit mampu mensejahterakan rakyat sangat tinggi, hingga mencapai 75. persen.

Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan Politika Research Center (PRC) Jember. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Faida-Muqiet sangat bagus.

Hasil survei yang dilakukan Politika Research Center (PRC), di medio Bulan Januari 2018 menyebutkan, data 50,55 persen masyarakat Jember puas atas pemerintahan Faida – Muqit. Angka itu masih ditambah 4,6 persen, yang menilai sudah sangat puas. Dan jika ditotal, maka rata-rata kepuasan masyarakat atas kinerja Faida-Muqiet yang diusung partai PDI Perjuangan, PAN, Hanura dan Partai Nasdem itu ada 55 persen lebih.

Direktur PRC Yusuf Rio Prayogo, menyampaikan, ada angka 36,65 persen masyarakat Jember yang tersurvei menilai kurang puas. Sedangkan yang kurang puas, ada 2,6 persen. “Selebihnya, tidak mau menjawab,” kata Rio.

Kepuasan masyarakat itu, salah satunya diukur dengan program pendidikan gratis. Kata Rio, soal sekolah gratis dan beasiswa ada 52,3 persen yang menilai sudah berhasil. Sedangkan yang menilai sangat berhasil, ada 4,1 persen. Namun juga ada yang menilai kurang berhasil 39,05 persen, dan yang menilai sangat tidak berhasil 4,55 persen.

Program layanan kesehatan gratis seperti layanan ambulan desa di Jember, masyarakat juga lebih banyak yang merasakan puas. Datanya, ada 42,45 persen menilai berhasil. Masyarakat yang menilai sangat berhasil, ada 4,4 persen. Sedangkan yang merasa tidak berhasil, 30,2 persen dan yang sangat menilai tidak berhasil, ada 10,07 persen.

Modal sosial Faida – Muqit juga dinilai sangat baik. Mayoritas responden yang di survei PRC, memiliki optimisme pada kedua pemimpin Jember tersebut.

Seperti yang dirilis PRC Jember, ada 64,7 persen yang meyakini, Faida-Muqit bisa meningkatkan iklim investasi di Jember. Mereka yang sangat yakin, ada 2,4 persen. Sedangkan yang kurang yakin, hanya 13,2 persen dan 1,8 persen yang tidak yakin.

Pun juga dengan keyakinan publik, soal kesejahteraan masyarakat yang juga tingkat keyakinan berhasil tinggi. Kata Rio, ada 75 persen yakin Faida – Muqit berhasil mensejahterakan masyarakat. Sangat yakin ada 4,8 persen. Kurang yakin hanya 13,8 persen dan tidak yakin 0,8 persen.

Namun kata Rio, Faida – Muqit memiliki kelemahan dalam hal mengkomunikasi hasil kerjanya. Seperti temuan survei PRC, realisasi 16 janji kerja dalam dua tahun terakhir, yang tahu hanya 22,4 persen. Sedangkan yang tidak tahu jomplang, ada 76,8 persen.

Menurut Rio, tim bupati seperti Humas Pemkab Jember, harusnya secara masif menyampaikan capaian kerja bupati pada masyarakat. “Banyak cara. Semua perlu dicoba,” katanya.

Meski demikian, pengamat politik Lembaga Survei Indonesia Area Coordinator Jatim, Asmuni, menilai angka kepuasan publik 50 persen, dinilainya sangat mengkhawatirkan bagi seorang petahana.

Kata Asmuni, seorang petahana jika ingin aman secara politik praktis di periode kedua atau pada pilkada lanjutan, angka aman minimal 65 persen. “Meski masih bisa disiasati. Semisal dengan kandidat lebih dari dua pasangan calon,” ujar Asmuni.

Sementara Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaedi yang menjadi salah satu narasumber dari DPRD Jember menyampaikan blak-blakan ketika menyebut 22 janji kerja Faida -Muqit itu, baik semua. Sehingga katanya, pembahasan RPJMD di awal pemerintahan Faida – Muqit, dewan tidak merubah draft RPJMD yang disodorkan Pemkab Jember. “Tidak ada satu harokat pun yang kami rubah,” kata Ayub Junaedi.

Tetapi kata politisi muda PKB Jember ini, alangkah kagetnya saat proses pemerintahan berjalan, Faida-Muqit tidak sesuai ekspekstasi anggota dewan. “Namun ada komunikasi yang buntu. Tidak seperti bupati sebelum-sebelumnya,” keluh Ayub.

Hasil survei PRC tersebut dilakukan pada 20-26 Januari 2018 dengan metode Multi Stage Random dengan sampel sebanyak 500 orang yang tersebar di 31 kecamatan di Jember. Adapun margin of error yakni 4,5 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Selain itu juga ada tiga isu utama dalam survei tersebut yakni, persoalan ekonomi masyarakat, tingkat kepuasan kinerja dan peringatan dini jika Faida-Muqiet akan mencalonkan kembali. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here