Kreasindonews.com – Selama sebulan terakhir ini pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) belum juga selesai.  Bupati Jember dr Hj Faida mensinyalir pembahasan KUPA PPAS maupun PAPBD 2017 sengaja diolor-olor waktunya agar nilai sisa angaran atau Silpa kembali membengkak.

“Yang penting semangatnya itu tidak boleh bergeser, yakni melayani masyarakat. Boleh tidak senang dengan bupati, namun jangan sekali-kali korbankan kepentingan masyarakat,” papar Faida.

Faida menegaskan, pembahasan PAPBD jangan ditunda-tunda, karena haknya rakyat. “Jangan pakai opini-opini untuk mendiskreditkan pemerintahan, Bupati dan Wakil Bupati Jember. Karena yang dirugikan sejatinya bukan bupati dan wakil bupati, namun yang dirugikan adalah kepentingan masyarakat Jember. Nah, kita (Pemkab dan DPRD Jember) berjuang ini untuk kepentingan masyarakat atau yang lain ? Nah, media boleh menjawab,” terang Bupati Faida usai Rapat Paripurna I Pembahasan Raperda di DPRD Jember.

Dikatakan, terkait dengan nota kesepakatan KUPA-PPAS, sejak semula memang tidak ada komunikasi dengan Pimpinan DPRD Jember. “Sejak awal kita sudah tekad tanda-tangan. Itu semua kan sudah menjadi kebijakan umum dan komisi-komisi akan membahas detailnya. Namun yang jelas, saya merasa kecewa karena waktunya terlalu diolor-olor, terlalu berkepanjangan,” ungkapnya.

Ujung-ujungnya, lanjut Faida, persetujuannya lambat dan kemudian hanya membangun opini.  “Oh…, ini pengajuan dari Pemkab yang lambat dan sebagainya,” tandasnya. Bupati Faida menyampaikan rasa kekecewaan mendalam terkait hal itu.

“Saya kecewa itu waktunya dipanjang-panjangkan. Sejatinya pembahasan itu harus cepat diselesaikan dan segera dieksekusi, karena nilai sisa anggaran atau Silpa yang banyak. Kecuali memang ada kesengajaan yang ujung-ujungnya Silpa banyak lagi, dan membangun opini lagi. Oh… bupati dan wakil bupati gagal lagi. Itu yang perlu dikawal,” ujarnya. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here