Kades Tanggul Kulon Arifin bersama Bupati Jember dr Hj Faida MMR

JEMBER KREASINDONEWS – Kamis malam mendatang menjadi malam yang ditunggu-tunggu relawan pendukung Faida-Muqit yang kini menjadi Bupati dan Wakil Bupati Jember. Rencannya, kedatangan Bupati Jember dr Hj Faida MMR menyaksikan pagelaran seni budaya Pandhalungan di Tanggul, akan disambut ribuan relawan dan warga.

Kades Tanggul Kulon Arifin Wahyuono menyatakan, sebagai tuan rumah, dirinya akan msmpersiapkan agar  pagelaran senk budaya Pandhalungan 2017 sukses. Dijelaskan, sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Tanggul dan sebagai tuan rumah, tentu wajib baginya menjamu tamu kehormatannya, yakni Bupati Faida.

Dia sadar, jabatannya sebagai kades wajib taat pada arah kebijakan bupati. Semakin bersemangat mendukung gerak dan langkah bupati, karena dia menilai, panggung Pandhalungan bukan sekedar hiburan rakyat berkualitas. Namun, ada semangat pelestarian kebudayaan yang luar biasa.

“Kami ingin malam penutupan Panggung Pandhalungan di Tanggul meriah. Kita libatkan semua warga. Supaya riang gembira bersama,” tuturnya. Bahkan, dia sudah berkoordinasi dengan pemuda asal Tanggul lainnya.

 

Salah seorang pemuda asal Tanggul, Rully Efendi, memastikan bahwa Bupati Faida akan hadir memimpin panggung Pandhalungan. “Beliau sudah konfirmasi siap hadir untuk masyarakat Tanggul,” katanya.

Bagi Rully, wajar bupati turun sendiri ke Tanggul. Karena pastinya, antara Faida dan masyarakat Tanggul sudah punya ikatan emosional. “Bukan karena Pilkada menang banyak di Tanggul. Tetapi Tanggul memang punya banyak relawan,” akunya.

Kesempatan hadir di Tanggul, bakal dikemas Rully dan Arifin, sebagai momen Reuni Relawan Faida – Muqit. “Kami ingin menggelar napak tilas hubungan Bupati Faida dan rakyatnya di Tanggul,” ujarnya.

Ya. Rully dan Arifin menggagas sebuah arak-arakan di tengah jalan malam. Melibatkan sedikitnya seribu relawan. Menggelar pawai obor. Sambil mengantar Bupati Faida keliling Tanggul sampai panggung Pandhalungan di Alun-alun Tanggul.

Pria yang tinggal di Jalan Utara Polsek Tanggul, memastikan start pawai di kampung perjuangan Alorsi : Arek Lor Kantor Polisi. “Selain obor, pawai juga dimeriahkan jaran kencak dan can-macaman kadhuk,” imbuhnya.

Tidak cukup itu. Rully menilai progran satu desa satu ambulans, sudah terealisasi sekitar 80 persen. Sebuah capaian di luar ekspektasinya. Karena itu, ambulan desa juga akan masuk dalam agenda arak-arakan. Ditambah lagi becak wisata. “Kami bangga, karena bupati tidak ingkar janji,” tuturnya.

Mantan aktivis mahasiswa itu mengundang para relawan, hadir dalam reuni yang digagasnya secara mandiri bersama Arifin dan pemuda Tanggul lainnya. Sebuah kegiatan yang tanpa menggunakan uang negara. “Kami menyebut prei main stage : panggung sebelum manggung,” jelasnya.

Kata Rully, relawan harus satu suara mendukung kemajuan Jember. Namun tetap obyektif. “Baik didukung, salah diingatkan. Tapi tetap, melakukannya dengan rasa sayang,” pungkasnya. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here