JEMBER KREASINDONEWS.COM – Inilah jawaban Bupati Jember dr Hj Faida MMR terkait dana hibah Persid yang tidak bisa dicairkan dikarenakan sesai aturan dana hibah tidak bisa diberikan berulang-ulang,harus ada proposalnya, dan memberikan laporan penggunaan dana hibah sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Faida sekaligus menanggapi pertanyaan Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi Partai PDIP mengenai pencairan dana hibah KONI dan Persid dan saran untuk meninjau kembali kebijakan hibah/bansos.

“Dapat kami sampaikan bahwa kebijakan hibah/bansos dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian sejak dari perencanaan, penatausahaan, sampai dengan pertanggung jawaban,” ujarnya.

Dijelaskan, beberapa hal yang perlu di waspadai dalam proses pemberian hibah uang baik yang berasal dari usulan masyarakat kepada Bupati maupun melalui anggota dewan antara lain, bahwa hibah tidak boleh diberikan kepada penerima secara berulang-ulang, tidak sesuai peruntukan, usulan belum dievaluasi dan validasi sebelum penetapan Perda APBD serta tidak sesuai mekanisme yang benar.

Adapun hasil evaluasi terhadap usulan hibah Tahun 2017 dapat disampaikan bahwa terdapat 97 lembaga tidak ada usulan/proposal senilai Rp 3,911 milyar, 371 lembaga pernah menerima tahun sebelumnya senilai Rp.14,2 milyar dan 118 lembaga tidak memenuhi persyaratan senilai Rp.5,12 milyar.

Dari hasil evaluasi tersebut, kata Faida, pada PAPBD Tahun 2017 ini sejumlah Rp.24,4 milyar dipindahkan ke belanja langsung OPD (251 lembaga) dan sejumlah Rp.33,7 milyar (780 lembaga) dialihkan untuk mendanai kegiatan prioritas lain karena usulan tidak ada maupun usulan yang tidak memenuhi persyaratan.

Disampaikan pula bahwa kenaikan belanja hibah pada Rancangan PAPBD Tahun Anggaran 2017 dalam RKA-PPKD sebesar Rp 72,8 milyar adalah pergeseran anggaran yang berasal dari BOP PAUD untuk lembaga Swasta Rp.40,79 milyar, Pendidikan Gratis untuk SD swasta, MI Negeri/Swasta Rp.10,32 milyar, Pendidikan Gratis untuk SMP Swasta, MTs Negeri/Swasta Rp.11,87 milyar serta Pendidikan Keaksaraan sebesar Rp.9,9 milyar yang sesuai ketentuan dianggarkan dalam belanja hibah yang ditampung dalam RKA-PPKD.

Masih menurut Faida, terkait dengan hibah kepada KONI lebih diprioritaskan secara langsung diberikan kepada cabor-cabor untuk peningkatan prestasi olah raga di Kabupaten Jember melalui kegiatan belanja langsung pada OPD terkait.

Demikian juga untuk Persid dan yang lainnya juga dilakukan melalui OPD terkait serta didorong untuk menjadi klub yang mandiri, profesional dan menjadi olah raga prestasi. Bantuan dari pemerintah daerah bukan untuk klub namun untuk cabang olahraga. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here