JEMBER KREASINDONEWS.COM – Ini kabar gembira bagi warga Jember. Berdasarkan data BPS terakhir, Inflasi Jember menduduki posisi terendah selama 12 tahun terakhir. Ini juga tak lepas dari kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jember dalammmenekan angka inflasi. Inflasi Jember selama September 2017 hanya sekitar 0,06 persen.

Data tersebut berdasarkan release yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Jember yang disampaikan Indriya Kasi Bidang Distribusi Statistik Jember Chandra Birawa mewakili Kepala BPS Purwaningsih.

“Inflasi Jember ini merupakan inflasi terendah selama September dalam 12 tahun terakhir,” ujarnya.

Berdasarkan data, 12 tahun terakhir diakui Jember mengalami inflasi sebanyak 10 kali inflasi dan dua kali deflasi. “Teringgi pada tahun 2009 dengan nilai 0,99 persen, terendah tahun 2017 ini,” tuturnya. Sedangkan deflasi tertinggi mencapai 0,24 terjadi pada tahun 2013 dan terendah pada tahun 2012 sebesar 0,03 persen.

Menurut Chandra, diakui atau tidak, peningkatan pembangunan yang dilakukan pemerintah berdampak pada meningkatnya ekonomi di masyarakat.

Dijelaskan, dibandingkan nilai Indeks Harga Konsumen seluruh Jawa Timur, Jember termasuk cukup baik. Ada tujuh daerah mengalami inflasi yakni tertinggi Kota Kediri sebesar 0,31 persen dan inflasi terendah di Kabupaten Sumenep dengan 0,03 persen. “Kabupaten yang mengalami deflasi ada Banyuwangi dengan -0,02 persen,” jelasnya.

Untuk nilai inflasi Jember lebih rendah dibandingkan dengan Jawa Timur dengan nilai 0,19 persen serta nasional dengan nilai 0,13 persen.

Saat dihubungi terkait inflasi Jember yang cukuop.menggembirakan tersebut, Bupati Jember dr Hj Faida MMR menjelaskan, Pemkab Jember terus mengenjot agar penyerapan anggaran bisa lebih baik. Ini mengingat pembangunan dan penyerapan anggaran juga berpengaruh terhadap tingkat inflasi.

“Kita akan berupaya keras agar penyerapan anggaran tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujarnya. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here