Kreasindonews.com – Yudi Latief, P.hD, Kepala Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) menyampaikan apreasiasi secara khusus di sela pembukaan Festival Egrang VIII Tanoker, di Desa/Kecamatan Ledokombo, Jember, Sabtu (23/9/2017) siang. Terlebih lagi Bupati Jember dr Hj Faida MMR telah menunjukkan komitmennya menjadikan Jember daerah layak anak. Sekaligus memasukkan secara resmi Festival egrang sebagai agneda tahuna  Pemkab Jember.

Menurut dia, program perlindungan anak migrant di awal pembentukan Tanoker di Desa Ledokombo, ternyata mampu membawa icon Kabupaten Jember terutama Desa Ledokombo, sebagai satu satunya desa dari 74 ribu desa di Indonesia yang mendapat penghargaan icon Indonesia, yang mengispirasi pembangunan Indonesia.

Dijelaskan, Festival Egrang ini diawali dari dengan launching jalan sehat bersama yang dibuka oleh Wakil Bupati Jember Drs KH Abd Muqiet Arif, lomba mewarna tingkat PAUD dan SD,  lomba Mural, lomba Kuliner, lomba Handycraft, temu anak tingkat Nasional, Cross Learning model inklusi anak buruh migrant, Lokakarya model penguatan dan kerangka gerakan, pawai egrang, lomba selfie dan video kreatif.

 Yudhi Latief  menegaskan, Jember saat ini sangat luar biasa. Betapa tidak karena beberapa kali event nasional digelar di Jember.

“Indonesia bagian dari Jember hari ini. Di Jakarta saja tidak ada Jakarta Fashion Carnaval (JFC). Ibu Ciciek terima kasih, Anda luar biasa. Kami ucapkan Salam Pancasila. Salam Pancasila,” teriak Yudi Latif, disambut acungan lima jari rapat.

Menurutnya, dia sudah bisa menyaksikan sendiri keceriaan seluruh masyarakat Desa Ledokombo, dan terlihat sumringah. Hal ini katanya sebagai pertanda Desa /Kecamatan Ledokombo ini  sangat bahagia dan itu lebih penting dari apapun.

“Nilai Pancasila  telah hidup di sini. Seperti kata Bung Hatta, “Aku ingin membangun negara di mana semua orang di dalamnya merasa bahagia. Ini sudah terjadi di Jember,” ujar Yudi Latif.

 Menurutnya, membangun Indonesia tidak perlu menunggu dari Jakarta, membangun kreatifitas, gotong – royong telah dilakukan desa ini dan membuat rakyatnya bahagia.

“Dari 74 ribu Desa di Indonesia. Satu satunya Desa di sini yang mendapat pengakuan Icon Prestasi Indonesia, dari 72 icon Prestasi dari Unit Kerja Presiden di hari kemerdekaan lalu adalah Bu Cicik, bersama komunitas Tanoker di Desa dengan gotong royong menyulap memberi inspirasi desa lain di Indonesia,” tegas Yudi Latif.

Kata dia, ini wujud konkret membangun Indonesia dari Desa. “Ini wujud konkret. Daya kreasi, imajinasi dan potensi kreatif anak telah berkembang. Dan bukan tidak mungkin anak – anak di sini bisa menjadi pemimpin terhebat Indonesia,   entah di bidang apapun,” ujarnya.

Yudi melihat semangat di Desa Ledokombo. Dengan permainan egrang dia merasa bernostalgia kembali. Karena permainan itu ada unsur nilai play, keterampilan, dan kecerdasan bisa berkembang.

“Karena itulah  potensi yang bisa dibangun dan dikembangkan untuk jauh lebih imajinasi, kreatif, dan kecakapan. Generasi kita akan menjadi sehat. Terima kasih atas festival ini. Semoga mampu memberi inspirasi bagi gerakan desa lain. Membangun Desa untuk Indonesia,” pungkasnya. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here