Kreasindonews.com – Mendagri RI Tjahjo Kumolo mengingatkan kepada seluruh lembaga pemerintah baik itu lesgislatif maupun eksekutif agar benar-benar berhati-hati menyusul kasus korupsi dan  Operasi Tangkap (OTT) Tangan yang dilakukan KPK. Salah satuanya menyangkut dana hibah dan bansos yang rawan terjadinya korupsi.

Hal ini disampaikan Mendagri di hadapan jajaran kepala daerah, Gubernur, Ketua DPRD Jatim serta jajaran OPD digedung Grahadi Surabaya. Hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Jembetr dr Hj Faida MMR dan  Wakil Bupati Jember Drs KH Muqit Arief.

Setelah koordinasi dengan KPK, kata Tjahjo Kumolo, pihaknya  mengingatkan kepada kepala daerah dan OPD agar berhati-hati dalam hal pengelolaan APBD yang berpotensi terjadinya korupsi. “Mulai dari perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, dana hibah bansos, hingga belanja perjalanan dinas,” ujar Tjahjo Kumolo.

Khusus dana hibah dan bansos, Mendagri mengingatkan kasus hukum dalam dana hibah /bansos biasanya terjadi karena beberapa hal. Antara lain:
1. Penerima hibah dan bansos tidak melalui verifikasi dan tidak melalui pertimbangan TPAD.
2. Penerima dana hibah dan bansos berulang setiap tahun
3. Penerima hibah dan bansos tidak sesuai kriteria
4. Tidak didukung Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD)
5. Penyaluran tidak sesuai NPHD, misal tidak tepat jumlah waktu dan sasaran
6. Tidak berdasarkan usulan tertulis (proposal) penerima hibah
7. Penerima hibah dan bansos tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengunaan
8. Pengunaan tidak sesuai dengan usulan
9. Penerima hibah dan bansos fiktif
10. Penerima hibah dan bansos tidak dibuat dalam lampiran APBD.
11. Pencairan melalui mekanisme langsung (LS) dari kas daerah tidak ditansfer langsung ke penerima namun ke rekening bendahara khusus bantuan.

Untuk itulah Mendagri meminta agar berhati hati dengan ruang rawan terjadinya korupsi.
Terkait hal tersebut, Bupati Jember dr Hj Faida MMR telah meminta kepada OPD dalam pengelolaan anggaran tetap memegang prinsip tegak lurus sesuai aturan hukum yang berlaku. “Baik tujuannya. Benar hukumnya. Betul caranya (3B),” ujarnya. (ksn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here