KREASINDONEWS.COM – Jika ada Karnaval diikuti oleh penyandang disabilitas, itulah yang terlihat kemarin. Begitu semangat, heroik, tampil mengenakan busana tradisional, mengundang decak kagum ribuan warga yang menyaksikan karnaval tingkat kabuoaten Jember ini. Semua membaur jadi satu menyemarakkan HUT RI ke 72 dengan mengambil start GOR PKPSO Kaliwates ini.

Para penyandang disabilitas dengan mengendarai kursi roda, menggelorakan semangat persatuan dan kepahlawanan. Inilah Indonesia, semua berpartisipasi memperingati hari kemerdekaan RI. Tanpa ada pembeda semua membaur dalam kebersamaan.

“Inilah semangat warga Jember. Jember harus menjadi kota ramah bagi penyandang disabilitas,” ujar dr Faida MMR, Bupati Jember. Terlebih lagi, kata dia, perda disabilitas juga sudah ada dan harus diimplementasikan dalam pembangunan di Kabupaten Jember.

Faida juga mengaku bangga dengan partisipasi masyarakat dalam mengikuti karnaval. Di era kepemimpinan duet Bupati Jember dr Hj Faida MMR dan Wakil Bupati Drs KH Muqit Arief, partisipasi masyarakat sungguh luar biasa. Tercatat, hampir 10 ribu peserta yang terbagi dalam 64 defile mengikuti karnaval tingkat kabupaten siang hingga sore kemarin. Peserta karnaval ini berasal dari perwakilan masing-masing kecamatan. Perinciannya, sebanyak 31 defile dengan kostum pakaian adat yang langsung dipimpin Plt. Sekab Jember ir Mirfano, ditambah defile dari Paskibraka, Pramuka, perwakilan masing-masing OPD, BUMD, perbankan dan sejumlah perwakilan lainnya. Dari data yang ada di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jember, karnaval kali ini diikuti oleh sedikitnya 9553 orang dari berbagai kalangan.
Semarak karnaval semakin meriah tatkala defile karnaval dilepas langsung Bupati Jember dr Hj Faida MMR. Bupati Faida menegaskan, karnaval akan semakin banyak digelar di Jember. Terlebih lagi, Jember sudah secara resmi dinobatkan sebagai kota karnaval oleh menteri pariwisata yang disaksikan langsung Presiden Joko Widodo. “Melalui karnaval kita promosikan seluruh potensi pariwisata Jember,” ujarnya.

Faida menambahkan, sesuai 22 janji kerja, pihaknya berupaya keras mewujudkan Jember menjadi pusat pariwisata di Jawa Timur. Sasarannya sangat jelas menjadikan Jember zebagai pusat jujukan wisata edukasi dan wisata religi dengan ratusan pondok pesantren besar yang ada di kota tembakau ini. Apalagi tahun 2018, pihaknya telah merancang adanya museum diorama pancasila dan konstitusi. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here