Kreasindonews.com – Dari populasi ternak, Kabupaten Jember menempati posisi ke-3 di Jawa Timur setelah Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Tuban dengan jumlah ternak sebesar 245.000 ekor. Hal ini disampaikan Bupati Jember dr Hj Faida MMR. Dijelaskan, target penambahan ternak di Jember sesuai RPJMD sebesar 274.250 ekor atau pertambahan 11 % memungkinkan untuk dicapai dengan syarat faktor penentu lainnya, yaitu jumlah kematian, jumlah ternak yang keluar wilayah dan pemotongan ternak betina produktif bisa dikendalikan.
“Masih tingginya angka kematian ternak dan pemotongan darurat/potong paksa karena ternak sakit yang mencapai angka 1,2 % dari populasi disebabkan masih minimnya jumlah puskeswan, sehingga pelayanan pencegahan, pengobatan dan pengendalian penyebaran penyakit hewan belum menjangkau seluruh peternak,” ujar Faida.
Untuk itu, lanjut Faida, sesuai target RPJMD, jumlah puskeswan akan ditingkatkan dari 1 puskeswan definitif dan 4 puskeswan rintisan menjadi 15 puskewan definitf. Ini semata-mata untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengurangi kerugian ekonomi akibat tidak tertanganinya ternak yang sakit. Sinergi dengan dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) juga harus ditingkatkan. Ini mengingat pasar hewan masih menjadi domain dinas Disperindag dalam mengontrol keluarnya ternak dari Kabupaten Jember secara berlebihan. (ksn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here