Kepala Disperindag Jember Anas Makruf

JEMBER KREASINDONEWS – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Jember pada pertengahan Desember ini akan mengundang jajaran cukai untuk dialog dengan para stakeholder. Pihak Disperindag akan menghadirkan Ditjen Bea Cukai Jawa Timur untuk sosialisasi terkait aturan cukai dan sosialisasi peraturan perundang-undangan.

Hal ini disampaikan Kepala Disperindag Jember Anas Makruf. Selain itu, pihaknya juga mengundang para pihak yang berkaitan langsung dengan cukai rokok. “Sesuai arahan Ibu Bupati Jember dr Faida, ke depan persoalan cukai akan menjadi fokus kinerja Disperindag. Karena dari cukai rokok ternyata mampu menghasilan pajak pendapatan bagi negara sangat besar,” ujarnya.

Tidak bisa dipungkiri memang, konsumen rokok di Jember dan Indonesia sampai sekarang sangat tinggi, artinya perkebunan tembakau juga tetap dibutuhkan oleh pasar sebagai bahan baku rokok.

“Kita berharap, usaha tembakau di Jember bisa tetap eksis. Namun industri rokok juga bisa tetap berjalan sesuai dengan aturan cukai yang ada,” terang Anas Makruf.

Seperti diketahui, berdasarkan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Cukai menyebutkan adapun pelanggaran terhadap cukai.Antara lain, rokok pita cukai palsu, rokok pita cukai berbeda, rokok pita cukai bekas, serta rokok polos atau rokok tanpa pita cukai. Pelanggaran atas kategori tersebut akan dikenakan hukuman penjara dan denda.

“Jika masyarakat melihat atau menyaksikan pelanggaran cukai rokok, maka bisa melaporkan soal peredaran rokok ilegal ke Kantor Bea Cukai atau Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Jember terdekat, atau bisa menghubungi ke nomor telepon 1500 225,” ujarnya.

Selain itu, pelaku usaha yang melakukan perdagangan atau jual beli rokok ilegal juga dapat dikenakan sanksi pidana dan administrasi sesuai dengan Undang-Undang Cukai nomor 39 Tahun 2007. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here