Kreasindonews.com – Kejaksaan Negeri Jember terus menelusuri siapa saja yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana hibah/ bansos. Setelah menetapkan dua tersangka kasus bansos hari ini (19/9/2017), Kejari Jember terus menelusuri siapa saja yang terlibat dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Bantuaan Sosial/ Hibah APBD Jember Tahun Anggaran 2015 melalui usulan DPRD Jember.

Kejari langsung menahan dua orang tersangka. Dua tersangka digelandang Jaksa untuk dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan kelas 2A Jember yakni K-S dan A-D. Keduannya merupakan Ketua Kelompok Penerima Bansos Ternak “Amanah” dan “Rizki” di Kecamatan Sukowono dan Pakusari.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember, Asih mengatakan, dari pemeriksaan awal diketahui kedua Tersangka diketahui memperoleh anggaran senila Rp 50 juta – RP 75 juta yang diusulkan melalui DPRD.

“Dari pemeriksaan terhadap anggota dan ketua kelompok, ditemukan adanya rekayasa dalam laporan pertanggung jawabannya yang tidak sesuai dengan proposal, seperti kwitansi kemudian kelompoknya baru dibentuk pada saat pengajuaan,” ujar Asih kepada sejumlah media di Kantor Kejaksaan Negeri Jember.

Dijelaskan olehnya, kedua tersangka memang tercatat resmi sebagai kelompok penerima bansos namun dalam pemafaatan anggaran, jaksa menemukan adanya manipulasi dalam pengunaan anggaran.

“seperti tersangka KS, dia memang memiliki kuda yang dibeli secara pribadi namun dia juga membentuk kelompok ternak sapi, dia memang setiap mencari rumput tapi peruntukannya bukan untuk ternak sapinya melainkan untuk kudanya sendiri. Sedangkan tersangka AD itu seorang Guru memiliki ternak ayam, ia membeli dari warga tapi seolah olah direkayasa dibeli dari salah satu UD,” tandasnya.

Asih Menegaskan, pihaknya tidak ingin berandai-andai dalam penanganan kasus dugaan korupsi yang menjadi perhatiaan publik luas itu, namun dalam penyidikan pihaknya juga tetap akan melakukan pemanggilan kepada beberapa kelompok penerima bansos lainnya yang diindikasi juga bermasalah.

“kita tetap lakukan pemangilan-pemanggilan terutama terhadap kelompok penerima bantuaan, termasuk nantinya tentu akan kita kembangkan penyidikan ke atasnya,” tegasnya.

Terkait status dua Tersangka itu, Jaksa menerapkan pasal 2 dan 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi dengan ancaman minimal 2 sampai 4 tahun penjara.(ksn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here