Hery Widianto bentuk tim khusus KD (Khofifah-Dardak)

KREASINDONEWS- Semakin banyak tim pemenangan pasangan Bacagub-bacawagub Jatim Khofifah-Dardak terbentuk. Bahkan, kini terbentuk tim khusus KD (Khofifah-Dardak)

Menurut Hery Widianto, salah satu pendukung Dardak menjelaskan, pihaknya terus menyosialisasikan figur Khofifah-Dardak. “Kita telah membuat tim khusus secara sukarela untuk pemenangan,” ujar Hery Widianto dari Partai Nasdem ini.

Dijelaskan, pihak punya jargon yang akan terus disosialisasikan. “Ingat Pilkada Ingat Khofifah dan Dardak. Pilkada, pilih Khofifah Ama Dardak. Tim KD akan gerak ke grass root,” ujarnya.

Sementara itu, gebrakan luar biasa dilakukan Bakal Calon Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa – Emil Elestianto Dardak. Pasangan Khofifah-Dardak (KD) ini mendirikan rumah aspirasi rakyat baik dalam bentuk digital maupun bangunan fisik.

Kapan rumah aspirasi tersebut digeber? Rencannya akan direalisasikan serentak 14 Februari mendatang, sehari sebelum kampanye dimulai.

Khofifah mengungkapkan, kehadiran rumah aspirasi bertujuan menghimpun berbagai persoalan dan ide-ide kreatif- strategis di tengah masyarakat untuk mendorong percepatan penyejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan di Jawa Timur, khususnya Jawa Timur bagian selatan.

“Ini merupakan ikhtiar tim kerja pemenangan Khofifah-Emil untuk mewujudkan pembangunan yang lebih terbuka dan partisipatif. Semata-mata demi mewujudkan Jatim lebih sejahtera,” ungkap Khofifah.

Pembangunan partisipatif, lanjut Khofifah, mengandung makna pembangunan yang melibatkan peran serta masyarakat. Dimana menempatkan masyarakat sebagai preferensi baik dalam merumuskan, melaksanakan maupun manfaat pembangunan.

Langkah ini, lanjut Khofifah, menjadi cara efektif dalam menjaring pokok-pokok pikiran yang belum terekam. Warga, kata dia, bisa memberikan masukan, saran, uneg-uneg lewat rumah aspirasi tersebut, baik secata digital maupun secara langsung datang ke rumah aspirasi warga Jatim.

Khofifah menerangkan, format agenda kerja rumah aspirasi akan dikordinasikan oleh relawan sesuai dengan issue strategis tertentu. Misalnya relawan ASPEK Madura akan diskusi dengan narasumber terkait garam, sedulur rikho akan diskusi terkait lingkungan hidup, para kiai dan santri akan diskusi terkait madrasah diniyah dan seterusnya. Saat ini tercatat 38 relawan yang memiliki varian profesi dan kewilayahan.

Sementara, Emil Dardak mengatakan, nantinya aspirasi, saran, dan ide yang masuk melalui Rumah Aspirasi tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan di Jawa Timur.

“Kami ingin membangun Jawa Timur dengan hati dan dedikasi yang tinggi bersama partisipasi yang terus kami bangun sinergi. Bagaimanapun kebijakan harus dirumuskan sesuai keinginan masyarakat banyak, bukan kehendak segelintir orang saja,” ujar Dardak. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here