Kreasindonews.com – Miftahul Munir, Kepala Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, terpilih untuk mewakili Jember dalam hal ini Indonesia, di markas besar  Persatuan Bangsa – Bangsa (PBB), dalam kegiatan bertajuk Session United Nation 27 Committee on Migrant Workers, 3 – 7 September 2017. Bupati Jember dr Faida MMR juga sudah mengizinkan Kades Miftahul Munir untuk berangkat ke Swiss atas undangan PBB.

Miftahul Munir, ditemani Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapemas) Pemerintah Kabupaten Jember Ir Eko Heru Sunarso, M.Si,  kemarin menghadap langsung Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, untuk menerima surat tugas, di Pendapa, Jumat (1/9/2017), usai salat Idul Adha.

Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, mengaku sangat bangga dengan torehan prestasi Miftahul Munir, karena kiprahnya dalam menangani para buruh migrant (TKI) asal daerahnya, di Jember kawasan pinggiran yakni Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, yang berjarak 45 kilometer dari kota.

Di markas besar PBB nanti, Miftahul Munir, akan mempresentasikan bagaimana cara dan bentuk perlindungannya sebagai Kepala Desa, terhadap buruh migran (TKI/TKW) di markas besarnya organisasi perdamaian seluruh dunia ini.

Dalam konferensi  UN 27 Commite on  On Migran, adalah sebauah federasi yang dibentuk  PBB yang konsen terhadap buruh migrant. Di momentum ini M Munir, akan mempresentasikan pencapaian perlindungan buruh migran masing – masing negara anggota sebagai feedback (umpan balik,red) atas pemberlakukan peraturan perlindungan buruh migrant Internasional yang diberlakukan sejak 2012 lalu.

Sebelum resmi berangkat Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, ini memberikan pembekalan serta mensupport penuh terhadap upaya Munir

 “Apresiasi yang tinggi kita berikan kepada Kades Dukuhdempok. Semoga di PBB nanti persentasinya berjalan lancar, karena memang telah dipraktikkan selama ini. Itu artinya, akan ada ilmu berharga yang kemudian bisa diadopsi untuk diterapkan di Jember sebagai bentuk perlindungan terhadap buruh migrant berstandart Internasional,” jelasnya.

Faida, berharap apa yang dilakukan Kades Dukuh Dempok ini, juga menjadi semangat pendorong bagi perangkat desa lainnya untuk kreatif, dan berprestasi demi masyarakat.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten akan terus mendorong dan memberikan sosialisasi lebih gencar bagaimana perlindungan terhadap buruh migrant (TKI/TKW) ini minimal seperti yang telah dilakukan di Desa Dukuhdempok, baik dari sisi aturan, pendanaan, hingga tata cara pendampingannya. (ksn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here